DISKUSI TEMATIK KOPI PARMAS PART 12 : PERILAKU PEMILIH PEMULA DALAM KONTEKS SOSIAL KEKINIAN
Betun, kab-malaka.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka kembali mengikuti Diskusi Tematik dalam Program “KoPi Parmas” (Kitong Ngobrol Pemilu, Demokrasi, dan Partisipasi Masyarakat) Part 12 yang bertemakan “Perilaku Pemilih Pemula Dalam Konteks Sosial Kekinian” yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara daring pada, Kamis (19/2/26). Kegiatan ini diikuti oleh Ketua KPU Kabupaten Malaka, Yuventus A. Bere dengan didampingi oleh Anggota, Stefanus Manhitu, Kristoforus A. Kali, Fransiskus X.S. Meo, Ibrahim laga, dan Sekretaris KPU Kabupaten Malaka, Marsel D.I. Taneo, Kepala Sub Bagian Hukum dan SDM, Johanes B. Seran beserta para staf sekretariat Subbagian Hukum dan SDM. Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna yang menekankan pentingnya pemahaman terhadap karakteristik pemilih pemula dalam dinamika sosial yang terus berkembang dengan melakukan pendekatan sosialisasi adaptif, partisipatif dan berkelanjutan dalam menentukan kualitas demokrasi. Materi kegiatan diskusi kali ini disampaikan oleh dua narasumber yakni, Anggota KPU Kabupaten Lembata Divisi Hukum dan Pengawasan, Petrus Paulus Juang dan Anggota KPU Kabupaten Manggarai Timur Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM), Abdul Haris dengan dipimpin oleh moderator dari Kepala Sub Bagian Hukum dan SDM KPU Kabupaten Sumba Tengah, Prasasti Padmasari. Pemateri pertama, Petrus memaparkan mengenai pengertian pemilih pemula sebagai warga negara yang baru pertama kali menggunakan hak pilih dalam Pemilu maupun Pemilihan, serta menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku mereka, seperti lingkungan keluarga, pendidikan, pergaulan, tingkat literasi politik, dan kuatnya pengaruh media sosial di era digital. Selain itu juga menyoroti tantangan dalam konteks sosial kekinian, antara lain maraknya disinformasi, polarisasi opini, politik uang dan kecenderungan mengikuti tren viral, sehingga pemilih pemula perlu dibekali literasi digital dan politik agar mampu bersikap kritis, rasional, dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan. Pemateri kedua, Abdul menekankan bahwa pemilih pemula bukan sekadar pelengkap dalam proses demokrasi, melainkan kelompok strategis yang memiliki kontribusi besar dalam menentukan arah kebijakan dan masa depan bangsa, sehingga diperlukan kesadaran untuk menggunakan hak pilih secara cerdas, rasional, dan berdasarkan pertimbangan objektif, bukan semata-mata karena pengaruh tren, tekanan lingkungan, ataupun arus informasi yang belum tentu benar. Selanjutnya dengan upaya penguatan literasi politik yang akan terus dilakukan melalui program KPU Mengajar sebagai bentuk komitmen memberikan edukasi kepemiluan secara langsung kepada generasi muda agar memahami proses demokrasi sejak dini serta tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Anggota KPU Provinsi NTT, Baharudin Hamzah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya diskusi ini dengan tema yang menarik dan menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi awal dalam membentuk karakter pemilih pemula, karena dari lingkungan keluargalah nilai-nilai demokrasi, tanggung jawab, serta sikap kritis mulai ditanamkan. Di samping itu, perkembangan media digital yang telah menjadi ruang publik dalam membentuk opini dan preferensi politik generasi muda. Melalui diskusi ini, KPU Kabupaten Malaka berkomitmen untuk terus memperkuat pendidikan pemilih, khususnya bagi pemilih pemula, agar mampu bersikap cerdas, kritis, dan bijak dengan memanfaatkan media digital serta berkolaborasi dengan lembaga pendidikan dalam menciptakan perilaku pemilih pemula yang rasional, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai demokrasi. #KPUMalaka #KPUMelayani Foto dan Editor: Humas KPU Kabupaten Malaka